Sensasi Pedas Ayam Bejek Ala Restoran Puspamaya

Editor's Choice

Sensasi Pedas Ayam Bejek Ala Restoran Puspamaya

Puspamaya, Restoran Harga Rakyat Kualitas Hotel Bintang Empat

Editor's Choice

Puspamaya, Restoran Harga Rakyat Kualitas Hotel Bintang Empat

TP Stage The Papandayan Hotel Rayakan Ulang Tahun Pertama

Editor's Choice

TP Stage The Papandayan Hotel Rayakan Ulang Tahun Pertama

Ayo Cicipi Tape Ketan Khas Harper Puwakarta

Editor's Choice

Ayo Cicipi Tape Ketan Khas Harper Puwakarta

Meriahkan West Java Eco Marathon 2017, Agro Wisata N8 Berikan Diskon Istimewa

Editor's Choice

Meriahkan West Java Eco Marathon 2017, Agro Wisata N8 Berikan Diskon Istimewa

Dafam Hotel Management Dukung Program Bandung Seribu Sepeda
Oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil, pada Nov 28, 2017 | 08:06 WIB
Dafam Hotel Management Dukung Program Bandung Seribu Sepeda
Dafam Hotel Management (DHM) mengikuti kegiatan Bandung Seribu Sepeda pada tanggal 25 November 2017.

BANDUNG, AYOHOTEL.CO -- Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Eco Transport mengeluarkan program terbaru untuk mendukung Bandung Juara dengan mengadakan kegiatan Bandung Seribu Sepeda pada tanggal 25 November 2017.

Dafam Hotel Management (DHM) sebagai pelaku pariwisata di Kota Bandung ikut serta menyukseskan kegiatan tersebut dengan mengajak serta sejumlah karyawan dan jajaran manajemennya untuk ikut serta bersepeda dalam kegiatan tersebut. 

Kegiatan Bandung Seribu Sepeda itu sendiri adalah sebuah perayaan pesepeda di Kota Bandung untuk bersama-sama mengayuh sepeda tanpa melihat perbedaan yang ada dan melepaskan diri dari rutinitas kegiatan sehari-hari. Dan juga sebagai salah satu upaya untuk menyiapkan diri berbagi ruang di jalan raya, menjadi teladan berlalu lintas, peduli akan keselamatan dan tidak nyampah. 

"Kegiatan ini sendiri rencananya akan dilaksanakan secara rutin, sekali dalam satu tahun," ujar General Manager of Area (West Java) dari Dafam Hotel Management Irawan Trimulia melalui keterangan resminya yang diterima Ayohotel, Selasa (28/11/2017).

Mengambil titik kumpul di Jalan Soekarno (daerah Cikapundung River Spot), pesepeda sudah mulai berdatangan dari jam 6.00 WIB. Padahal kegiatannya sendiri akan dimulai pada jam 7.00 WIB dan mengambil titik akhir di Terminal Leuwi Panjang. 

Suasana di titik kumpul tampak semarak dan meriah, dengan kostum pesepeda yang berbeda  beda bahkan ada yang unik. Ada yang menggunakan kostum Cepot  lengkap dengan baju pangsi hitam dan mukanya yang berwarna merah, ada juga yang menggunakan sepeda ontel  lengkap dengan kostum pahlawan perjuangan masa lalu, atau bahkan ada ibu-ibu yang menggunakan pakaian ala Noni Belanda pada masa lalu, dan masih banyak lagi kostum yang lainnya.

Semuanya tampak bergembira, bersilaturahmi, berkomunikasi dengan baik, tertawa terbahak-bahak. Bahkan beberapa pesepeda memanfaatkan hal tersebut untuk reuni dan melakukan photo selfie. Karena tidak sedikit pesepeda yang berasal dari salah satu komunitas, yang kemudian pindah kerja ke kota lain dan akhirnya bias berkumpul kembali di kegiatan Bandung Seribu Sepeda. 

"Atau pesepeda dari komunitas Bike To School atau Bike To Campuss, yang semula mereka satu sekolahan di SMP, harus berpisah ketika memasuki jenjang SMA atau kuliah. Dan bertemu kembali di kegiatan bersepeda seperti ini. Betapa menyenangkannya," kata Irawan. 

Pada jam 7.00 WIB kegiatan dimulai dengan pembukaan, sambutan dari Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Didi Ruswandi dan diakhiri dengan doa dan briefing mengenai rute bersepeda.

Mengambil rute ke arah atas, kami memasuki Jalan Braga, Jalan Wastukencana sampai memasuki Jalan Pasteur dan belok kearah Jalan Pasirkaliki. Rute ini terhitung lumayan, karena memang agak menanjak dengan jarak yang panjang. Tapi pesepeda sangat menikmati perjalanan tersebut.

Memasuki Jalan Pajajaran dan Jalan Abd. Rachman Saleh, jalanan sudah terhitung datar dan cukup padat. Karena memang merupakan salah satu jalur utama menuju ke Bandung Barat dan Cimahi, yang banyak dilalui oleh angkutan umum. 

Kepadatan kendaraan juga sangat terasa begitu pesepeda memasuki area Bunderan dan Jalan Soekarno Hatta, karena memang merupakan jalur utama bagi pengendara yang melintas Kota Bandung menuju ke arah Bandung Selatan dan Bandung Timur.   

Tantangan bersepeda beramai-ramai adalah mengelola ego, berbagi jalan dan saling menghormati sesama pengguna jalan. Ikuti arahan marshal untuk tertib ambil lajur kiri atau kanan sebelum belok, berbanjar dua-dua atau satu-satu dan berkenan berhenti saat traffick light menyala merah. 

 "Semangat yang ingin dibangun adalah pesepeda teladan yang enggak nyampah karena bawa tumbler dan tertib lalu lintas. Katakan saja setahun ke depan jalanan Kota Bandung akan dipenuhi pesepeda, tentunya adalah pesepeda yang mengindahkan rambu dan budaya disiplin bukan malah menciptakan predator baru di jalan raya," kata Irawan. 

Sesampainya di Terminal Leuwipanjang, pesepeda disambut dengan iringan musik di atas panggung yang telah disiapkan sebelumnya. 

Dalam rangka Hari Perhubungan Nasional, sekaligus menyambut HUT ke 206 Kota Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung juga menggelar kegiatan Bandung Transport Festival (BTF) pada tgl 24-25 November 2017 di Terminal Leuwipanjang. Yang merupakan titik finish bagi Kegiatan Bandung Seribu Sepeda.

Kegiatan di Bandung Transport Festival (BTF) juga dimeriahkan oleh sajian kuliner dari Komunitas Food Truck dan pameran peralatan transportasi. Di penghujung acara, selingan kuis berhadiah dan senam zumba yang diikuti oleh seluruh pesepeda membuat suasana semakin seru dan menyenangkan.

Beberapa peserta tampak pulang sambil berseri-seri karena mendapatkan hadiah utama berupa sepeda yang diberikan secara langsung oleh Didi Ruswandi selaku Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung.  

Bagi Dafam Hotel Management, kata Irawan, kegiatan Bandung Seribu Sepeda ini menjadi salah satu sarana edukasi  publik agar masyarakat semakin tertib di jalan raya, peduli akan sesama, dan dapat menjadi teladan bagi lingkungan terkecil. Salah satunya di lingkungan kerja Dafam Hotel Management ke lingkungan yang lebih besar. 

"Ke depannya diharapkan team dari Dafam Hotel Management dapat menjadi agen-agen perubahan untuk kota yang lebih tertib, lebih nyaman, lebih bersih dan makin dicintai. Solusi kemacetan di Kota Bandung di antaranya dengan bersepeda ke tempat kerja, menggunakan angkutan public dan lain sebagainya dapat terlaksana dengan lebih luas lagi," tutup Irawan.  

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600