Sensasi Pedas Ayam Bejek Ala Restoran Puspamaya

Editor's Choice

Sensasi Pedas Ayam Bejek Ala Restoran Puspamaya

Puspamaya, Restoran Harga Rakyat Kualitas Hotel Bintang Empat

Editor's Choice

Puspamaya, Restoran Harga Rakyat Kualitas Hotel Bintang Empat

TP Stage The Papandayan Hotel Rayakan Ulang Tahun Pertama

Editor's Choice

TP Stage The Papandayan Hotel Rayakan Ulang Tahun Pertama

Ayo Cicipi Tape Ketan Khas Harper Puwakarta

Editor's Choice

Ayo Cicipi Tape Ketan Khas Harper Puwakarta

Meriahkan West Java Eco Marathon 2017, Agro Wisata N8 Berikan Diskon Istimewa

Editor's Choice

Meriahkan West Java Eco Marathon 2017, Agro Wisata N8 Berikan Diskon Istimewa

Alarm Food Waste, Supaya Tamu Bijak Ambil Makanan ala Buffet
Oleh Fathia Uqim, pada Dec 26, 2018 | 11:28 WIB
Alarm Food Waste, Supaya Tamu Bijak Ambil Makanan ala Buffet
Alarm Food Waste yang ada di buffet setiap sarapan, makan siang, dan makan malam di Novotel Bandung.

CICENDO, AYOBANDUNG.COM--Demi meminimalisasi makanan terbuang dari para tamu yang mengambil kudapan ala buffet atau prasmanan, Novotel Bandung menaruh tanda alarm di sebelah buffet terkait makanan yang sudah terbuang hari ini. 

Jumlah berat makanan yang terbuang ditulis setiap hari dari akumulasi makan pagi, siang, dan malam. 

Seperti pada pekan lalu di makan malam Natal, Novotel Bandung mencatat 20 kilogram makanan tersisa dari piring para tamu. Akhirnya makanan itu terbuang ke tempat sampah. 

Chef Novotel Bandung, Doddy Wibowo mengatakan aksi alarm ini telah dilakukan sejak 7 bulan yang lalu. Hal ini untuk mengingatkan para tamu supaya bijak mengambil makanan. 

"Kan bisa sedikit-sedikit, baru ambil lagi kan enggak apa-apa," katanya, akhir pekan lalu. 

Lantaran sistem buffet, tamu bisa mengambil apa yang mereka inginkan. Sayang, para tamu kadang tidak mengambil dengan bijak sehingga menyisakan makanan di piringnya. 

Peringatan itu menjadi kunci bagi manajemen food and beverage (FnB) apakah tamu yang mengambil makanan terlalu banyak atau soal rasa makanan yang tidak sesuai. Lantas, divisi kitchen dan FnB mencoba meningkatkan standar  layanannya. 
 
"Soalnya arahnya ke cost. Kalau masakan enggak enak akan jadi sampah dan biaya yang dikeluarkan jadi lebih banyak. Sehingga alarm ini jadi peringatan kepada tim dapur supaya masak sesuai standar dan resep," ujarnya. 

Selama 7 bulan, berat sisa makanan yang dihasilkan bersifat fluktuatif. Kadang-kadang menurun, dan kadang menaik lagi. Namun, sisa makanan kebanyakan dihasilkan oleh anak-anak. Mereka cenderung mengambil makanan lebih banyak kemudian tidak dihabiskan dengan tuntas. 

Kendati ada kid corner atau pojok makanan khusus anak, orang dewasa tetap saja mencoba makanan di kid corner sehingga tidak ada pengaruh dalam mengurangi sisa makanan. 

"Kami buat mulai dari jajanan anak tradisional, sampai mini burger, sandwich, dengan garnished yang lucu tanpa msg supaya anak-anak tertarik," kata dia. 

Sementara itu, makanan yang kerap menjadi sisa adalah mie dan nasi goreng. Akhirnya, Novotel pun membuat stall live cooking khusus untuk tamu yang ingin mencoba mie atau nasi goreng supaya meminimalisasi makanan sisa. 

Setiap sarapan pun chef menyediakan aneka nasi seperti nasi putih, nasi kucing, nasi bakar dengan porsi kecil. Supaya tamu bisa memiliki pilihan sarapan dan menghabiskan makanan di piringnya. 

"Beda sama tamu yang mengadakan meeting, biasanya sedikit sekali food wastenya. Kalau liburan, pasti food waste banyak karena tamu semakin banyak didominasi anak-anak," tuturnya. 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600